Showing posts with label TIPS BANGUN & RENOVASI. Show all posts
Showing posts with label TIPS BANGUN & RENOVASI. Show all posts

Wednesday, June 24, 2015

TIPS UNTUK MEMILIH JASA KONTRAKTOR BANGUNAN

Seorang teman bertanya pada saya, bagaimana solusinya bila kontraktor bangunan yang dia percaya untuk mengerjakan membangun rumahnya ternyata tidak bertanggung jawab, pergi begitu saja meninggalkan pekerjaannya, padahal uang yang dibayarkan sudah hampir 100 persen. Kehati-hatian dalam memilih kontraktor bangunan memang suatu keharusan, karena umumnya pembayaran biaya renovasi rumah maupun bangun rumah dilakukan per termin dikaitkan dengan progres atau prosentase pekerjaan yang akan dilakukan. Berikut ini kami sampaikan beberapa tips untuk memilih jasa kontraktor bangunan agar pengalaman yang menimpa teman saya tadi tidak menimpa anda.

1. Pilihlah kontraktor bangunan yang jelas alamat domisilinya.
Jangan sungkan untuk meminta tanda pengenalnya, bila dirasa perlu datangi kantor atau tempat tinggalnya.

2. Pengalaman kerja
 Sebagaimana pilot pesawat, jam terbang akan sangat menentukan keahlian yang bersangkutan dalam pekerjaannya. Bisa ditanyakan pula hasil pekerjaannya selama ini, kliennya, bila dirasa perlu silahkan hubungi salah satu kliennya dan tanyakan perihal kepribadian kontraktor yang bersangkutan.

3. Surat Perjanjian
Buatlah surat perjanjian kerja yang mengikat, berisi hak dan kewajiban owner selaku pemberi tugas dan kontraktor bangunan selaku penerima tugas. Termin pembayaran, spesifikasi material, target penyelesaian pekerjaan, jaminan dan lain-lain, bila dikemudian hari ternyata ada pihak yang tidak menepati kewajibannya surat perjanjian ini bisa dijadikan dasar untuk proses hukum bila dirasa perlu.

4. Saran
Minta saran atau referensi dari saudara, teman atau tetangga yang pernah membangun rumah atau renovasi rumah. Bila tidak ada silahkan cari minimal dua calon kontraktor bangunan lalu buat perbandingan mengenai pengalaman kerjanya, track recordnya.

5. Garansi
Silahkan ditanyakan atau masukkan dalam surat perjanjian perihal garansi atau jaminan kerusakan pada calon kontraktor bangunan yang akan diberi kepercayaan.

Sedikit tips yang kami tuliskan semoga menjadi solusi bagi anda yang sedang bingung memilih kontraktor untuk keperluan membangun atau renovasi rumah idaman anda.

Tuesday, May 26, 2015

Mencegah Atap Bocor


Kemarau berkepanjangan menyebabkan udara panas, debu, sumber air berkurang, banyak yang mengharap segera turun hujan, namun saat musim hujan datang banyak yang mengeluh karena rumahnya kebocoran. Plafon rusak, rangka atap dan plafon kayu yang basah lama-lama bisa lapuk. Sebenarnya apa saja penyebab kebocoran pada atap dan bagaimana cara mencegahnya?

Penyebab bocor bisa ditimbulkan karena beberapa hal, di antaranya:

1. Genteng Penutup Atap
Kesalahan dalam memilih genteng juga bisa mengakibatkan kebocoran atap. Genteng yang kurang bagus mudah retak dan menimbulkan kebocoran.

Pencegahannya :
Pilih penutup atap ( genteng ) yang berkualitas sehingga tidak mudah retak yang menyebabkan air rembes ke bawah. Penutup atap kategori bagus dapat dipasang dengan sempurna tanpa ada celah. Pilihan material atap amat beragam mulai dari keramik / tanah liat, metal, PVC, bitumen, beton dll.

2. Sambungan Atap
Pertemuan antar atap yang mengakibatkan sambungan berisiko bocor, apalagi jika ditangani oleh tukang yang kurang pengalaman. Penyambungan seperti pada nok, dan jurai memiliki risiko tinggi terjadinya kebocoran.

Pencegahannya :
Minimalkan Sambungan Atap, Minimalkan pemakaian sambungan antara atap seperti penggunaan karpusan/nok, jurai. atau model atap bertumpuk, karena tiap pertemuan atap berpotensi untuk bocor. Atap minim sambungan seperti model pelana paling ideal untuk mengurangi risiko bocor. (Klik Aneka Bentuk Model Atap).

3. Talang Penyambung
Sebagai saluran yang akan mengalirkan air dari atap ke bawah, talang juga berisiko bocor dan menyebabkan air merembes. Pemilihan talang yang tidak sesuai baik dari segi ukurannya maupun bahannya bisa mengakibatkan kebocoran.

Pencegahannya :
Saat memilih talang, pilihlah talang dari bahan yang berkualitas agar talang tidak mudah rusak. Selain bentuk dan bahan talang, ukuran talang juga harus sesuai dengan kapasitas air yang akan dialirkan. Ukuran talang dengan kapasitas yang lebih kecil dari kebutuhannya akan menyebabkan tidak semua air dapat dengan cepat dialirkan sehingga dapat menyebabkan terjadinya kebocoran.

 4. Nok / Wuwungan
Sambungan pada bagian tertinggi dari atap ini biasa terbuat dari campuran semen dan pasir. Jika perbandingan antara semen dan pasir tidak berimbang dapat menyebabkan campuran tidak menyatu sehingga dapat menimbulkan retak yang memungkinkan air masuk. Perubahan cuaca dapat pula menyebabkan campuran semen dan pasir ini menjadi rapuh. Hal lain lagi, celah dapat timbul karena teknik pengerjaan yang tidak rapi pada sambungan bubungan atau karpusan.

Pencegahannya :
Bubungan / nok jangan dipasang terlalu tinggi karena akan menimbulkan celah yang bisa mengundang air. Pengerjaannya harus rapi dan memakai bahan yang tidak mudah retak. Bahan berupa lembaran yang tahan air, lunak dan lentur sehingga tidak akan getas lalu retak karena cuaca. Cara ini juga membuat atap lebih bersih dan rapi, karena tidak ada lagi lelehan adukan yang kerap mengotori atap.

5. Bentuk Atap
Bentuk atap yang terlalu landai bisa menyebabkan kebocoran, karena air hujan tidak dapat mengalir dengan cepat. Hal ini biasanya terjadi pada saat hujan deras dan pemakaian genteng flat. Dalam kondisi ini air sempat tergenang dan merembes masuk lewat celah kosong.

Pencegahannya :
Buatlah atap dengan sudut kemiringan yang tepat, sehingga air cepat mengalir ke tanah. Sudut kemiringan yang ideal sekitar 30° – 40°. namun ada beberapa jenis atap yang sudut kemiringannya bisa lebih landai.

6. Pemasangan Atap
Kebocoran juga bisa terjadi akibat kesalahan pada pemasangan. Pasangan yang tidak rapi dan saling mengunci menciptakan rongga yang bisa mengundang air hujan merembes.

Pencegahannya :
Pasang penutup atap dengan benar agar tidak menciptakan celah yang dapat menyebabkan kebocoran. Genteng harus dipasang dengan teknik yang tepat sehingga antara satu genteng dengan yang lainnya saling mengunci dan tidak ada celah.

7. Sampah Pada Atap
Penyebab kebocoran lainnya adalah adanya sampah pada atap dan talang. Sampah seperti dedaunan yang jatuh pada atap dan menumpuk akan mengakibatkan aliran air tidak lancar dan mengakibatkan atap jenis seng berkarat sehingga berisiko bocor. Sampah yang menyumbat talang akan mengakibatkan tumpukan air yang bisa merembes.

Pencegahannya :
Jaga kebersihan atap dari sampah untuk mengurangi resiko terjadinya bocor.

demikian beberapa penyebab kebocoran pada atap dan cara pencegahannya.
Semoga bermanfaat.


Monday, May 18, 2015

Video

Beberapa video mengenai desain dan bangun rumah






Pilihan Penutup Atap

Dalam membuat suatu bangunan, baik hunian, perkantoran maupun komersil, pasti membutuhkan penutup atap. Iklim di Indonesia yang tropis mempengaruhi bentuk atap dalam membuat suatu bangunan. Pilihan jenis penutup atap akhir-akhir ini sudah lumayan banyak, di antaranya: